Sabtu, 05 Februari 2011

Nasib Kaum muslimin " DIPOJOKKAN NAMUN DINANTI "


DIPOJOKKAN NAMUN DINANTI
 Gelora yang dihembuskan asing ternyata tidak berefek yang real bagi perkembangan dunia Islam, peristiwa WTC yang membuat kaum muslimin di seluruh dunia tersudutkan, isu terorisme yang selalu mempermasalahkan kaum muslim yang rajin beribadah kepadaNya. Islam dianggap fundamental bahkan radikal. Semangat jihad di selewengkan dengan opini pembunuh jiwa, dan beraneka ragam pencitraan dan pelakuan negatif di dapat kaum muslim di berbagai penjuru dunia.
Situs berita berbasis di Turki, Zaman, mengungkapkan pencitraan buruk terhadap Islam berkembang sangat pesat setelah peristiwa WTC. Bahkan, saat ini sudah sampai pada tingkat yang membahayakan. Perusahaan riset, Gallup, pernah membuat jajak pendapat yang hasilnya menunjukkan bahwa 39 persen warga AS berharap agar Muslim di negara tersebut wajib mengenakan identitas khusus.
Investigasi yang pernah dijalankan Washington Post pada Maret 2006 menunjukkan bahwa hampir 50 persen warga AS mencitrakan Islam dan Muslim secara negatif. Survei yang dibuat YouGov yang dimuat harian Inggris, The Daily Telegraph, menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Sebanyak 53 persen warga Inggris percaya Islam merupakan ancaman bagi dunia Barat. Karena itu, mereka setuju agar polisi lebih fokus memerhatikan komunitas Muslim dalam upaya mencegah aksi terorisme. Ternyata walau berbagai penyudutan dan stiqma negatif terhadap Islam tidak membuat hilangnya kaum muslim namun sebaliknya, semakin banyak terror,opini dan perlakuan negative terhadap kaum muslimin malah membuat jumlah kaum muslimin bertambah banyak dengan perjuangan yang begitu kuat dan mantap. Perkembangan dunia islam semakin hari semakin bertambang, bahkan di AS setelah peristiwa WTC, masyarakat disana berbondong-bondong masuk Islam, pada tahun 2010, jumlah penduduk Muslim AS diperkirakan akan melampui jumlah kaum Yahudi, dan menjadikan Islam agama terbesar nomor dua di negara itu setelah agama Kristen. Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim.

Walau begitu barat tidak pernah berputus asa dengan strateginya menghancurkan kaum muslimin hingga ke akarnya. Dengan berbagai cara seperti yang llmu pegetahuan asing membuat kaum muslimin terlupakan dengan ideologinya, ditambah dengan pengetahuan yang tidak mencerdaskan kaum muslimin, ekonomi yang selalu dimanfaatkan barat dengan SDA yang selalu dikeruk asing dengan menjadikan pemimpin-pemimpin Negara mereka boneka, ditambah permasalahan politik yang begitu hancur layaknya seperti di Indonesia, peradilan yang tidak memihak, korupsi yang meraja lela sampai dengan pemimpin yang tidak lagi peduli dengan rakyat. Kaum muslimin mulai menyadari ketidakadilan, kemunduran, akibat jauh dari janji Allah merupakan kesalahan dari kaum muslimin itu sendiri, kesalahan tidak menerapkan hukum-hukum Allah secara sempurna dalam kehidupan, sehingga ketimpangan bahkan pelecehan di dapat oleh kaum muslim, sehingga saat menyadari kemunduran itu semakin banyak kaum muslimin yang mengkaji Islam bahkan dengan pengopinian negatif terhadap Islam membuat kaum non muslim penasaran dengan Islam dan mencari kebenaran Islam hingga mereka mengakui Islam adalah agama yang benar yang tidak sesuai dengan selama ini mereka dengar sehingga wajar semakin melejit jumlah dari kaum muslimin itu sendiri.
Islam mempunyai kedudukan yang luar biasa di mata dunia sehingga kebangkitannnya begitu sangat ditakuti sehingga berbagai cara di gencarkan untuk menghalangi kebangkitan Islam baik secara fisik maupun secara pemikirah. Laksana seperti mutiara yang di dalam lautan, Islam memiliki kekuatan yang tertimbun oleh pasir, debu, karang, dll hingga tidak terlihat kemilaunya. Begitu lah Islam sekarang kekuatan Islam yang dari segala aspek tidak Nampak di kehidupan.
 Studi demografi komprehansif menguatkan kembalibdari 200 negara menunjukan populasi muslim dunia sebesar 1,57 miliar, dari jumlah ini tentunya asset besar bagi kaum muslimin untuk dapat bangkit ditambah potensi-potensi yang ada disetiap daerah yang luar biasa seperti SDA dan teknologi lainya seperi pada Pakistan negeri muslim didaerah Asia Pasifik ini mempunyai senjata nuklir yang tidak dimiliki negara-negara lain dan ini modal yang besar dalam pembangkit tenaga dan juga bentuk pertahanan militer negera kaum muslimin, letak starategi Pakistan ini mampu menyatukan negeri-negeri tetangganya di Asia Tengah, Kemudian Indonesia tanah yang subur “ tongkat ditanam jadi tumbuhan “ ditambah SDA lainya yang begitu luar biasa seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dll yang dengan satu sumber daya alam di satu wilayah saja mampu menghidupkan satu pulau, bayangankan apabika semua itu digabungkan dengan SDA di negeri-negeri muslim lainnya. Tidak hanya wilayah di Asia, di wilayah Timur tengah potensi jumlah kaum muslim di sana begitu membludak hingga lebih dai separuh negeri-negeri dibagian wilayah ini mayoritas penduduknya adalah muslim. Jangan heran bila laporan the project the New America Century (2000) berkesimpulan bahwa “Amerika tidak boleh kehilangan kontrol terhadap wilayah Timur Tengah dan Teluk Persia“. Asia tengah dan barat tak mau kalah, semua negerinya mayoritas muslim kecuali Siprus, dan masih banyak lagi aset kaum muslimin untuk segera bangkit dan melepaskan belenggu dari kapitalisme-sekulerisme maupun sosialisme.
Begitu banyak aset dari kaum muslim, di tahun ini sudah saatnya kaum muslimin bangkit dengan revolusioner dengan menyatukan kekuatan yang kini masih terbelah menjadi 57 bagian. Satukan kekuatan agar kaum muslim benar-benar lepas dari imperalisme barat dari segala aspek kehidupan. Satu kekuatan dengan ideology, satu kekuatan dibawah 1 kepemimpinan khilafah Islamiyah, agar terbukti Islam rahmatan lil alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar